BKP Kendari Raih Sertifikat ISO 9001-2008 PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 27 August 2012 12:00

Kendari-Juni.

 

Usaha BKP kelas II Kendari untuk meningkatkan kualitas pelayanan perkarantinaan berbuah manis. Pasalnya Komite Akreditasi Nasional-Lembaga Sertifikasi Sistem Mutu telah menerbitkan sertifikat sebagai pengakuan kesesuaian standar ISO 9001-2008 atas pelayanan mutu BKP kelas II Kendari. Sertifikat bernomor QMS/337 tertanggal 11 Juni 2012 ini diserahkan oleh Presiden Direktur PT. Mutuagung Lestari (Mutu Certification International) Ir. H. Arifin Lambaga, M.SE selaku lembaga auditor kepada kepala BKP kelas II Kendari drh. LM. Mastari dalam acara pembukaan Rapat Teknis Regional Wilayah Timur Badan Karantina Pertanian 11 Juni di Gorontalo.

Sekembali dari Gorontalo, Kepala BKP kelas II Kendari langsung menyerahkan sertifikat tersebut kepada Penanggung jawab Willker Pelabuhan Nusantara dan Bandara Haluoleo yang dijadikan sampel atas penilaian standarisasi ISO 9001-2008 dalam upacara bendera, Senin 18 Juni. Dalam sambutannya, drh. L.M. Mastari memberikan apresiasi kepada seluruh pegawai yang telah bekerja keras memperbaiki kualitas layanan perkarantinaan di BKP kelas II Kendari. “Saya sangat mengapresiasi usaha teman-teman, ini sungguh luar biasa karena usaha kita dalam memperbaiki kualitas pelayanan ini dilakukan ditengah-tengah pelaksanaan beberapa kegiatan besar yang menyita perhatian dan energi seperti sosialisasi UU No 16 tahun 1992 tingkat POLSEK se SULTRA kemarin” ungkap L.M. Mastari. Beliau menambahkan bahwa penghargaan ini adalah penghargaan bagi seluruh pegawaai BKP kelas II Kendari. Beliau juga mengharapkan agar kualitas pelayanan perkarantinaan terus ditingkatkan agar BKP kelas II Kendari dapat terus mempertahankan pengakuan ISO 9001-2008. “Kedepan, kita juga akan mengikutkan wilker-wilker yang lain untuk dinilai agar mendapatkan sertifikat ISO 9001-2008 juga” tutup L.M. Mastari.(od/BKP_kdi)


Last Updated ( Monday, 27 August 2012 15:02 )
 
BKP Kelas II Kendari Musnahkan Daging Eks Impor PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 27 August 2012 12:00

Kendari – 4 Juli 2012. Balai Karantina Pertanian (BKP) Kelas II Kendari lakukan pemusnahan 180 kg media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) jenis daging babi dan daging sapi eks impor tujuan Kabupaten Kolaka via Bandara Haluoleo – Sulawesi Tenggara.

 

Daging tersebut masuk pada tanggal 10 Juni 2012. Setelah mendapat laporan dari pihak PT. Global Sky Aviasi atas box yang mencurigakan, petugas karantina Wilker Bandara Haluoleo bergerak cepat dengan memeriksa box tersebut melalui extre. Hasil pemeriksaan memastikan box tersebut berisikan daging yang tanpa dilengkapi sertifikat Sanitasi Produk Hewan/Sanitary Certificate Animal Products (KH-10) dari karantina daerah asal, sehingga petugas karantina melakukan penahanan dengan menerbitkan Berita Acara No. 2012.1.037.04.8.M.647a tanggal 11 Juni 2012 dan menghubungi pemilik yang keberadaannya di Jakarta. Sampai dengan batas waktu yang diberikan (3 hari) pemilik tidak dapat mengurus dokumen karantina di daerah asal dan menyerahkan sepenuhnya kepada petugas karantina untuk urusan selanjutnya sesuai prosedur karantina. Atas dasar ini, daging tersebut ditolak pemasukkannya dengan menerbitkan Berita Acara No. 2012.1.037.04.8.M.647b tanggal 13 Juni 2012.

Tindakan pemusnahan dilaksanakan pada tanggal 4 Juli 2012, diawali dengan memasukkan daging tersebut kedalam lubang pemusnahan untuk selanjutnya dibakar. Pemusnahan secara bersama-sama dilakukan oleh Wakil Walikota Kendari, Kepala Dinas Perkebunan dan Holtikultura Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Kesehatan Pelabuhan Kendari, Dinas Pertanian Provinsi Sulawesi Tenggara, Kepala Badan Ketahanan Pangan Sulawesi Tenggara dan disaksikan oleh tamu undangan serta Gerakan Pramuka Kwartir Daerah Sulawesi Tenggara.

Sebelum pemusnahan dilaksanakan terlebih dahulu Kepala Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari, drh. L.M. Mastari membacakan Kronologis kejadian dari daging sapi dan babi ini ditahan sampai akan dimusnhakan di hadapan para tamu undangan.

Last Updated ( Monday, 27 August 2012 15:04 )
 
BKP Kendari; Bulan Bakti Karantina Pertanian, Saatnya Berbagi Dengan Masyarakat PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 27 August 2012 12:00

Kendari, Juli 2012.

 

Momentum bulan bakti karantina pertanian ke-135 dimanfaatkan BKP kelas II Kendari dengan melakukan berbagai kegiatan bakti masyarakat. Dimulai dengan penanaman pohon pelindung, pembagian bibit hortikultura sampai  pelayanan kesehatan hewan gratis. Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari (4-5 Juli 2012). Melibatkan sejumlah pegawai dan bekerjasama dengan Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Kota Kendari, BKP Kendari menyisir sepanjang jalan Chairil Anwar untuk dihijaukan  di hari perdana pelaksanaan kegiatan. Tidak kurang dari 200 pohon pelindung ditanam di sepanjang  jalan Chairil Anwar Kota Kendari. Kegiatan penghijauan ini dimaksudkan untuk mendukung program sejuta pohon oleh pemerintah. Selain itu penanaman pohon pelindung ini diharapkan dapat menambah keindahan dan keasrian kota Kendari yang telah dianugerahi piala adipura empat kali secara beruntun. 

Di hari kedua, BKP Kendari menyambangi Kelurahan Bungkutoko untuk menggelar layanan kesehatan hewan gratis dan pembagian bibit hortikultura. Pemilihan kelurahan Bungkutoko sebagai lokasi layanan kesehatan hewan gratis atas dasar petunjuk Dinas Pertanian Kota Kendari. Kelurahan yang terletak dibagian terluar Kendari ini menjadi salahsatu daerah yang ditetapkan oleh Dinas Pertanian sebagai daerah peternakan. Kehadiran tim layanan kesehatan hewan gratis BKP Kendari bersama anggota pramuka Kwarcab Kota Kendari telah dinanti oleh warga setempat. Aula pertemuan kelurahan penuh sesak dipadati oleh warga sekitar. Diawali dengan penyerahan secara simbolis bibit hortikultura berupa bibit mangga dan rambutan oleh Ketua Kwarcab Pramuka Kota Kendari dan Kepala BKP kelas II Kendari kepada Lurah Bungkutoko, seluruh warga yang hadir diaula tersebut dibagikan bibit satu persatu. Warga masyarakat mengaku sangat senang dengan pembagian bibit tersebut.

 

Tidak hanya pembagian bibit, BKP Kendari juga melakukan pelayanan kesehatan hewan gratis. Tiga medik veteriner, sejumlah paramedik veteriner dan sejumlah anggota pramuka yang telah dilatih sehari sebelumnya diterjunkan untuk melakukan pelayanan kesehatan hewan gratis. Kandang-kandang ayam milik warga didesinfeksi dan sejumlah ternak milik warga seperti kambing divaksinasi. Kepala BKP Kendari, L.M. Mastari menyatakan bahwa rangkaian kegiatan ini adalah bentuk sosialisasi akan eksistensi dan peran karantina pertanian untuk melindungi kekayaan alam hayati Sulawesi Tenggara. “Ini adalah bentuk pengabdian kita untuk masyarakat Sulawesi Tenggara”, tutup L.M. Mastari. (ode_amin) 

 

Last Updated ( Monday, 27 August 2012 15:05 )
 
Balai Karantina Pertanian Kelas II Kendari Bersama MABES POLRI dan PEMPROV Sulawesi Tenggara BERSOSIALISASI PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 27 August 2012 12:00

 

Balai Karantina Pertanian Kendari sebagai ujung tombak upaya perlindungan terhadap petani dan kekayaan alam hayati Sulawesi Tenggara dalam melaksanakan tugas pokok dan fungsinya senantiasa mengedepankan kerjasama dan partisipasi dari  stake-holder  terkait, yang terdiri atas masyarakat pemegang kebijakan, akademisi, pers, penggguna jasa/dunia usaha, masyarakat umum dan unsur penegak hukum. Terkait dengan hal tersebut, upaya-upaya public awareness terus dilakukan agar sinkronisasi dengan seluruh stake-holder terkait dapat terwujud.

Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Provinsi Sulawesi Tenggara ke-48 pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara akan menyelenggarakan serangkaian kegiatan dengan Tajuk “HALO SULTRA.” Salah satu kegiatan yang akan dilakukan adalah Promosi Budaya dan Seni yang dirangkaikan dengan kegiatan pameran destinasi unggulan Sulawesi Tenggara. Melalui surat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara No. 510.13/1028 tanggal 28 Maret 2012 perihal Partisipasi pada pameran HUT SULTRA ke-48 tahun 2012, pemerintah Provinsi Sulawesi Tengara secara resmi meminta partisipasi Balai Karantina Pertanian Kendari untuk mengikuti pameran tersebut. Bagi Balai Karantina Pertanian Kendari sendiri, ini adalah sebuah kehormatan untuk bersama masyarakat dan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara memperingati HUT SULTRA ke-48. Selain itu, Balai Karantina Pertanian Kendari memandang kegiatan pameran ini adalah peluang ataupun momentum yang sangat tepat untuk mensosialisasikan tugas pokok dan fungsi Balai Karantina Pertanian didalam upayanya melindungi petani dan sumber daya alam hayati Indonesia terkhusus Sulawesi Tenggara dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan.

Pameran Pembangunan yang direncanakan tanggal 23 – 27 April 2012 ini juga menjadi momentum yang special bagi Balai Karantina Pertanian Kendari untuk bersosialisasi karena kegiatan pameran ini akan diselenggarakan di Kota Raha Kabupaten Muna yang mana  salah satu pulau di Kabupaten tersebut yaitu Pulau Bangko Malampe oleh Pemerintah Pusat dimasukan dalam nominasi Pulau Karantina. Dimana Fungsi Pulau karantina ke depannya akan menjadi pintu masuk dan karantina sementara untuk pemasukan/Impor sapi bibit dari luar negeri, untuk selanjutnya disebarkan ke seluruh wilayah Indonesia. Fungsi lain ke depannya adalah sebagai pusat pembibitan sapi dalam rangka pemenuhan kebutuhan sapi bibit Indonesia dalam upaya tercapainya swasembada daging. Harapannya, pameran ini akan menjadi media yang efektif  bagi Balai Karantina Pertanian Kendari untuk melakukan public awareness kepada seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Muna pada khususnya dan Sulawesi Tenggara pada umumnya untuk sama-sama mendukung dan bekerjasama mempersiapkan segala sesuatunya menyongsong penilaian/study kelayakan yang akan dilakukan oleh tim gabungan  Pemerintah Pusat.

Selain melalui pameran pembangunan tersebut, upaya public awareness/sosialisasi juga telah diagendakan oleh Balai Karantina Pertanian Kendari, seperti  Sosialisasi Penguatan dan Penegakan Undang-Undang No. 16 tahun 1992 tentang Karantina Hewan, Ikan dan Tumbuhan tingkat POLSEK se-Sulwesi Tenggara. Point penting dari sosialisasi ini adalah Implementasi Nota Kesepahaman Antara Badan Karantina Pertanian Kementerian Republik Indonesia dengan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor : 1848/HK.020/3/L/2012

                                                                                                                                                                      Nomor : B/12/III/2012

tentang Kerjasama Dibidang Karantina Hewan, Karantina Tumbuhan dan Pengawasan Keamanan Hayati. Sosialisasi tingkat POLSEK se-Sulawesi Tenggara ini direncanakan tanggal 30 April 2012 dengan menghadirkan Narasumber dari MABES POLRI dan Badan Karantina Pertanian, jika kegiatan ini dapat terwujud, maka akan menjadi kegiatan pertama di Indonesia.

 Selain sosialisasi di dua event tersebut, Balai Karantina Pertanian Kendari juga telah merencanakan untuk bersosialisasi melalui event Bulan bakti Karantina Pertanian tanggal 8 Juni 2012 yang akan menggandeng Pemerintah Kota Kendari. Salah satu kegiatan yang direncanakan pada acara ini adalah bersepeda santai bersama Walikota Kendari, Pemkot Kendari dan warga masyarakat Kota Kendari. 

Last Updated ( Monday, 27 August 2012 15:04 )
 
BKP Kendari, Menyapa Sultra di Pameran "Halo Sultra" PDF Print E-mail
Written by Administrator   
Monday, 27 August 2012 12:00

Kendari, 27 April 2012. 

 

Balai Karantina Pertanian kelas II Kendari, turut serta dalam pameran destinasi unggulan Sulawesi Tenggara bertajuk “Halo SULTRA 2012.” Kegiatan ini menjadi momen yang sangat efektif untuk mensosialisasikan peran dan fungsi Perkarantinaan Pertanian dalam melindungi petani dan kekayaan alam hayati Sulawesi Tenggara khususnya dari ancaman penyebaran penyakit hewan dan tumbuhan. Bertempat di Kompleks Sarana Olah Raga (SOR) Kab. Muna, kegiatan ini dihelat selama lima hari dari 23-27 April 2012.

Selain sebagai sarana sosialisasi peran dan fungsi karantina, BKP kelas II Kendari memanfaatkan kegiatan ini untuk mensosialisasikan prosedur pelayanan sertifikasi karantina, peta sebaran penyakit hewan dan tumbuhan yang mengancam Sulawesi Tenggara dan menjadi kesempatan untuk mengajak masyarakat bersama menjaga kelestarian sumber daya alam hayati dari ancaman penyakit hewan dan tumbuhan berbahaya. Disamping itu, kegiatan ini menjadi sarana untuk meminta dukungan masyarakat Sulawesi Tenggara umumnya dan Kabupaten Muna khususnya dalam usaha menjadikan pulau Bangko Malampe sebagai pulau Karantina.

Berbagai foto dokumentasi kegiatan, koleksi media pembawa Hama Penyakit Hewan Karantina (HPHK) dan Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPTK), dan alat peraga seperti brosur dan leaflet mengisi stand pameran BKP kelas II Kendari. Keseluruhannya menjadi daya tarik tersendiri bagi pengunjung. Berbagai pertanyaan seputar perkarantinaan sampai konsultasi seputar kesehatan hewan dan tumbuhan menjadi menu para pengunjung setiap harinya. Dalam sehari, tercatat tidak kurang dari 100 orang mengunjungi stand BKP Kendari.

 

Gubernur Sulawesi Tenggara, H. Nur Alam, SE didampingi Muspida dan bupati se Sultra menyempatkan diri untuk mengunjungi stand BKP Kendari. Dalam kunjungannya, beliau tertarik dengan foto dokumentasi kegiatan BKP Kendari yang dihadirinya. Selain itu beliau menyampaikan dukungannya untuk pemilihan pulau Bangko Malampe sebagai Pulau Karantina. (od/BKP.KDI)

Last Updated ( Monday, 27 August 2012 15:03 )
 
 
 
 
 
 

 
 
 
Template by Inspiration